Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN 
THE PRESIDENT

Bab 3

Sekitar lima tahun silam, di bulan Agustus 2018, di suatu pagi telepon selulernya berdering. Ia mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang meneleponnya, kebiasaan buruk yang selalu diulanginya, meski ia pernah hampir tergelincir karena hal yang sama..

”Hallooo..."

”Ya Hallo sayang...”

Ia terkesiap. Berpikir sejenak.
”lni siapa?"

”Nancy ..... sayang... (suara mendesah). Yang tadi malam. Puas kan sayang ..... ?” cepat ia tutup telepon itu. Sekejap ia teringat pada kasus kriminalisasi seorang ulama besar yang kata berita burung, terkait chatting-chatingan dengan seorang janda yang takjelasjuntrungannya satu tahun yang silam. Sampai saat inipun kasus takjelas awal mulanya itu tetap takjelas pula babak akhirnya, kecuali penyelesaian abal-abal yang diumumkan oleh aparat muka tebal. Untung saja kasus kecerobohan angkat teleponnya tersebut tidak berlanjut. Tapi kali ini ia mengulangi kecerobohan yang sama, tanpa melihat ke layar telepon di hadapannya, ia angkat telepon yang tanpa nama tertera di layarnya itu.

”Hallo....”

”Ya... Hallo... lni Tuan Sutan?"
"Ya... ini siapa?"

Berhenti sejenak

”Maaf pak. Saya Johanes Tiro.”
Hal.3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar