THE PRESIDENT
”Ya, silahkan Mon.” tanggap Sutan. .
"Bang Sutan, di samping uang yang kami serahkan kepada abang, yang tadinya kami maksudkan untuk abang pribadi karena melatih kami silat Minang, sejak beberapa tahun ini kami juga sudah melakukan pengumpulan uang untuksimpan pinjam tanpa ada lembaganya. Dan kami sudah melakukan peminjaman uang tanpa bunga terhadap anggota kelompok seperti yang abang uraikan tadi. Di kas masing-masing kelompok ojek kita saat ini, saya kira setidaknya ada simpanan antara 8 sampai 10 jutaan. Jadi dari lima kelompok ojek yang sebagian besar anggotanya ikut persilatan kita ini, mungkin sudah terkumpul 40 juta rupiah lebih?”
Sutan terkesima mendengarnya.
”Apa ....... ? Kalian sudah menerapkan seperti yang saya uraikan sepintas tadi?"
”Betul bang.” sambut seorang tukang ojek kelompok Bulog 1 bernama Ipon.
"Kami memang sudah melakukannya, tapi hanya untuk kepentingan .anggota kelompok masing-masing saja. Seandainya kita mau bikin koperasi, memang itulah yang terpikirkan oleh kami selama ini, tetapi kami gak berani untuk memulai. Takut gak ada yang mampu dan punya waktu untuk mengurus dan juga enggak mengerti cara mengurus ijin-ijin, apalagi menjalankan koperasinya? Kami sangat buta tentang hal koperasi, cuma pernah dengar-dengar selentingan kabar tentang koperasi, yang malah membuat kami takut.”
Sutan tersenyum. Senyum lucu mendengaralasan ketakutan mereka mendirikan koperasi dan senyum senang mendengar bahwa mereka ternyata telah melakukan hal yang olehnya baru terpikirkan. Ini luar biasa, pikir Sutan. Akhirnya, Agustus tahun itu
Hal.23
Tidak ada komentar:
Posting Komentar