Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN
THE PRESIDENT

Bab 9 
Bekasi, Mei tahun 2005. Sutan baru saja selesai melatih silat murid-muridnya yang sebagian besar berprof sebagai pengemudi ojek. Mereka berkumpul di halaman Gedung Oryza Kompleks Bulog, Jatimelati, sambil minur minum ringan dan bersenda gurau. Silat Minang, itulah sila yang diperkenalkannya kepada masyarakat di Jatimelati terutama kepada komunitas tukang ojek. Saat itu sedang marak-maraknya perampokan terhadap pengemudi ojek di wilayah Bekasi. Sutan, yang baru sekitar dua tahun tinggal 

di Jatimelati, telah akrab bergaul dengan para pengemudi ojek yang sering digunakannya bila bertugas keluar rumah. Setelah maraknya perampokan terhadap pengemudi ojek beberapa bulan terakhir ini timbullah niat Sutan untuk membantu para pengemudi ojek dalam mempertahankan diri dari gangguan perampok atau meningkatkan rasa percaya diri dalam beroperasi, terutama malam hari. Niat ini mendapat respon positif dari para pengemudi ojek, sehingga sudah 11 bulan ini latihan silat Minang Sutan berjalan dengan baik, Karena sifatnya membantu, Sutan tidak memungut biaya dari para pengemudi ojek tersebut. Tetapi beberapa pengemudi ojek berinisiatif mengumpulkan dana 1000 rupiah per hari Dada salah satu rekan untuk diberikan kepada Sutan setelah 

terkumpul selama 1 bulan. Agar tidak mengecewakan para miridnya, Sutan menerima dana tersebut setiap bulan, yang lalu ditabungkannya dalam rekening khusus. 

Dari awal latihan yang dimulai hanya 13 orang, setelah berjalan 11 bulan murid Sutan sudah mencapai 139 aggotanya yang melebar ke masyarakst umum. Karena itu terpaksa dibagi dalam 3 rombongan dengan perbedaan waktu.
Hal.21



Tidak ada komentar:

Posting Komentar