THE PRESIDENT
Menurut Sutan pula, pujian dari bawahan tak pernah ada yang tulus, apalagi bila diucapkan di hadapan atasan yang dipujinya. Biasanya bawahan yang ditegurnya ini tak akan mengulangi pujiannya lagi kepada Sutan. Begitupun bawahan lain yang kebetulan berada di sekitar kejadian dan mendengar teguran Sutan. Teguran itu akhirnya menjadi hukum di kalangan anggota atau pengurus koperasi-koperasi di ‘lingkungannya. Karena itulah, Sutan sudah belasan tahun ini tak pernah mendengar lagi pujian dari llingkungannya. Sutan lebih tertarik pada keluhan dan kritik, sepedas apapun.
Kini ia betul-betul termehek. Sudah untuk kesekian kalinya Johanes Tiro memuji, ia tak berani menampik, apalagi menegur. Entah karena wibawa Johanes Tiro atau ketulusan pujiannya, entahlah. Mungkin juga karena ia merasa menjadi anak kecil di mata Johanes Tiro. Yang pasti Sutan pada posisi ”skak mat”.
”Terima kasih Tuan Johanes.” Sutan terdiam sejenak untuk kemudian melanjutkan : ”Bolehkah saya tahu, seruling tuan terbuat dari apa? Melihat bentuknya yang cukup panjang untuk sebuah seruling, apa ada fungsi lain? Misalnya untuk tongkat atau senjata pembela diri?”
Johanes sungguh terkejut atas pertanyaan Sutan. Pertanyaan pertama, sering dia dengar dari tamu-tamu khusus yang diundangnya ke rumah secara pribadi, tapi tak ada yang pernah menanyakan seperti pertanyaan berikutnya yang sangat terarah dan tepat sasaran.
Hal.33
Tidak ada komentar:
Posting Komentar