Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN
THE PRESIDENT

Johanes Tiro berhenti lagi. Sutan sangat terkesan dengan penjelasan Johanes. Rekan barunya itu berbicara sepertl layaknya seorang Muslim mengungkapkan realita pendzoliman rezim terhadap umat Islam. Jangan-jangan dia mualaf? Nama belakangnya saja Tiro? Hadirin pun ikut sunyi, tak sepercik suarapun terdengar di dalam ruangan yang mendadak mencekam itu. 

"Oleh karena hal itu semua, kami yang ada di ruangan inl, yang masing-masing dari diri kami, merasa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi banyak pihak dari tokoh-tokoh nasional kita, bermaksud mencarikan solusi bersama guna kemaslahatan bangsa. Masing-masing dari kami memiliki jaringan ke tokohtokoh ormas-ormas paling berpengaruh di negeri ini, ke tokoh-tokoh partai-partai paling menentukan di negeri ini dan bahkan ke tokoh-tokoh informal yang juga memiliki banyak pengikut di luar ormas dan partai. Sungguh kami bukan bermaksud sombong, tetapi kami sungguh punya keyakinan dengan power yang kami miliki bersama, akan mampu bersaing dengan power yang dimiliki 9 Taypan nasional yang sering digunjingkan oleh masyarakat sebagai taypan-taypan ”powerfull”. Apalagi dari 9 taypan bersangkutan, kini 3 taypan telah bergabung bersama kami. Karena mereka menyadari, bahwa langkah-langkah mereka selama ini hanya melahirkan konflik demi konflik, yang semakin membesar dan tinggal menunggu ledakan spektakuler yang akan menghancurkan seluruh komponen bangsa dan pasti merugikan semua stakeholder negeri ini." Johanes Tiro berhenti, cukup lama juga, guna memberi kesempatan Sutan mengolah kata-katanya. 

”Pahamkah Tuan Sutan dengan yang kami maksudkan?” 

Sutan terdiam. la merasa berdosa telah alpa dari Dergolakan polltik di negeri yang dia cintai ini. Dia begitu 
Hal.17


Tidak ada komentar:

Posting Komentar