Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN
THE PRESIDENT

perpolitikan, apalagi dalam mengelola pemerintahan sebagai birokrat?” pertanyaan yang bersamaan muncul antara ucapan dan hati yang padat tanya pada diri Sutan. Semua hadirin terdiam. Mereka menujukan pandangan kepada Johanes Tiro untuk memberikan jawaban. Pandangan dari mata-mata yang penuh harap. Johanes Tiro kembali tersenyum dan Sutan baru menyadari bahwa senyum itu adalah obat mujarab bagi dirinya, yang tanpa diinginkannya menjadi gelisah sendiri. Mungkin juga mujarab bagi seluruh pehadir, yang tergambarkan dari mata-mata yang penuh harap itu. Johanes Tiro memang penuh pesona. Kenapa tidak dia saja yang diletakkan pada posisi saya ini, pikir Sutan. 

"Tuan Sutan yang kami hormati. Alasan utama kami adalah karena tuan adalah penduduk pribumi asli Indonesia.” Sutan terpesona kembali. Apa Johanes Tiro ini bisa membaca pikirannya, tanya Sutan dalam hati. 

”Kesimpulan itu bukan kesimpulan yang datang begitu saja Tuan. Bukan pula karena saya mampu membaca pikiran dari rekan-rekan yang hadir di sini. Kesimpulan itu sudah melalui perdebatan dan diskusi panjang berkali-kali di ruangan ini. Jadi itu bukan hasil ramalan, atau dugaan ataupun tekanan siapa pun.” 

Sutan terdiam, tapi tetap penasaran. 

”Bolehkah saya tahu apa yang sudah pernah diperdebatkan tentang saya di ruangan ini?” Kembali hening. 

”Baik Tuan Sutan. Kami ulang secara singkat apa yang kami ketahui dan kami perdebatkan tentang Tuan di forum ini. Alasan pertama sudah kami ungkapkan tadi. Alasan kedua, Tuan adalah Dengusaha sukses luar biasa dengan pengikut ril jutaan orang. Anggota koperasi Tuan, yang tercatat di ”O Trans KD” saja
Hal.19


Tidak ada komentar:

Posting Komentar