THE PRESIDENT
tahun. Bermula dari kakek moyang mereka yang mendarat di Palembang, turun dari kapal megah Cheng Ho di bulan-bulan akhir tahun 1406 M. Thio Boe Kie ditangkap Belanda bulan Oktober 1946, saat terpergok menyelundupkan senjata dari Singapura melalui pelabuhan Kuala Langsa untuk pejuang Aceh yang tergabung dalam Batalyon Harimau Kumbang. Sesaat sebelum tertangkap, Thio Boe Kie sempat menitipkan sebuah seruling kepada anak buahnya untuk diberikan kepada Johanes. Sejak itu tak ada kabar tentang Thio Boe Kie dan para pejuang menganggap saudara tua Thio telah dieksekusi mati oleh pasukan Belanda. Johanes Thio menjadi yatim piatu, karena ibunya, seorang Katolik yang taat menyusul tak lama kemudian, akibat bersedih. Tinggallah Johanes Thio sendiri tanpa sanak saudara, yang kemudian diangkat anak oleh Chaidir Tiro. Saat itu banyak pejuang-pejuang Aceh bermarkas di Langsa. Chaidir Tiro, ayah dari Ismail Tiro, adalah Komandante Batalyon Harimau Kumbang, salah satu batalyon pasukan Daud Beureuh yang ditakuti Belanda. Komandan Tertingginya adalah Hasan Saleh. Nama Johanes Thio dirubah sendiri oleh Johanes menjadi Johanes Tiro, sebagai penghargaan terhadap ayah angkatnya itu.
14 tahun kemudian, Johan tumbuh menjadi pemuda tampan dan cerdas yang mempunyai usaha perdagangan tekstil di Langsa. Usahanya berkembang dan ia mulai berpikir untuk merambah ke Medan. Tetapi ayah angkatnya, Chaidir Tiro menyarankan ia ke Jakarta, karena Chaidir mempunyai teman perjuangan yang sukses di Jakarta sebagai pengusaha, itulah Kapten Markam, yang mengundurkan diri dari tentara setelah menjadi Ajudan Jendral Gatot Subroto sampai Jendral Gatot menjadi anumerta. Kapten Markam lebih mengutamakan bisnisnya daripada karier di tentara. Kapten Markam saat ltu sudah menjadi konglomerat pribumi paling sukses
Hal.11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar