THE PRESIDENT
”Kedua, umat Islam merasa didzolimi dengan rekayasa teror yang tanpa ampun, dituduh radikaL tidak toleran dan anti Pancasila. Umat Islam merasa ini adalah situasi puncak yang memurukkan posisi mereka di hadapan bangsa, padahal faktanya, umat Islam adalah pejuang bangsa ini sejak berabad. abad silam dalam melawan penjajahan Belanda. Bahkan tak bisa dibantah siapa pun, tanpa perjuangan umat Islam, tak akan pernah ada bangsa Indonesia. Itulah yang terpateri di benak umat Islam Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan ulah Kementrian Agama yang merekomendasikan ulama-ulama yang dianggap ulama Pancasilais yang boleh diundang dalam setiap acara-acara keagamaan, setidaknya di kalangan pemerintahan. Otomatis ulama-ulama yang tidak direkomendasikan, akan dianggap masyarakat sebagai ulama radikal dan anti Pancasila. Hal Ina menurut umat Islam adalah bagian dari rekayasa adu domba umat oleh rezim. Akumulasi kekecewaan ini, telah membulatkan tekad umat Islam untuk melawan kedzoliman sekeras mungkin, bahkan dengan persiapan ”perang gerilya” bila satu saat Indonesia ternyata jatuh ke tangan China seperti yang mereka yakini selama ini. Mereka haqul yakin bahwa seluruh kejadian yang menimpa Indonesia saat ini, adalah rekayasa pemerintahan asing untuk menguasai Indonesia, sebagaimana halnya kini Amerika telal1 menguasai sebagian besar negara-negara Teluk dan Timur Tengah atau China telah menguasai bangsa Uighur di Shinjiang bangsa Tibet, bangsa Turkistan, Somalia dan tahun ini mengincar Maldivest yang sedang berada dalam kesulitan membayar hutang-hutang mereka kepada China. Meskipun semua dugaa“ Ini bisa saja salah. Ketiga, perpecahan ‘Ini sudah sedemikian Parah sehingga turut melanda aparat TNI dan Polrl. Kondisi ini adalah persoalan nyata bagi bangsa klta saat Ini, yang belum Pernah
ada sebelumnya, yang menunjukkan bahwa bangsa klta Sadar dalam ancaman perang saudara yang bisa sangat fatal.
Hal.16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar