Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN 
THE PRESIDENT

Sibuk membangun sarana untuk kemaslahatan masyarakat sekitarnya, yang berujung pada membangun masyarakat luas Secara berkelanjutan. Dia begitu absurd dalam menilai tokoh-tokoh politik negerinya, absurd karena menganggap bahwa di manapun negara, tokoh-tokoh politik adalah orang-orang terhormat yang peduli pada bangsa dan rakyatnya. Orang-orang yang menurutnya bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran bahkan hananya untuk bangsa dan negara, Jadi siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin, pasti berniat baik Bukankah kini era demokrasi? Karena itu tidakada masalah, siapa pun yang akan memimpin negeri ini. Akan tetapi, meski Sutan membiarkan bahkan mendorong seluruh anggota koperasinya untuk ikut aktif mencoblos dalam setiap Pemilu atau Pilpres dan Pilkada, ia mengharamkan anggota koperasinya aktif di partai. Bukan karena menganggap partai itu buruk. Sederhana saja alasannya, yaitu agar anggota koperasinya tidak terkotakkotak dalam pergaulan di masyarakat. Agar anggota koperasi tidak saling bermusuhan akibat perbedaan partai di antala mereka. Semua panai baik, jadi pilih saja partai atau tokoh partai mana yang hendak mereka pilih yang menurut mereka pantas memimpin. Setelah itu percayakan penuh kepada tokoh yang terpilih menjadi pemimpin, baik yang di eksekutif maupun yang terpilih sebagai pemimpin legeslatif. Cukup! Tapi setelah mendengar uraian singkat Johanes Tiro barusan, otaknya yang cerdas mulai menangkap kesan yang bertolak belakang dengaf1 pemahaman sebelumnya. Iapun mengangguk, menandakan i9 cukup paham. 

”Lalu bagaimana kaitannya dengan saya, yang tuafr tuan posislkan sebagai dewa penyelamat bangsa? Alasan apa yang menimbulkan kesimpulan, yang saya khawatirkan terlalu menyimpang itu? Apa yang tuan-tuan lihat pada di saya yang bahkan menurut saya sendiri sangat awam dalam

Hal.18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar