THE PRESIDENT
dengan perusahaan induk bernama Karkam. Markam adalah penyumbang terbesar emas di puncak Monumen Nasional atau Monas. Dari 38 kg emas yang bertengger di puncak Monas, 23 kg berasal dari Markam dan sisanya merupakan sumbangan dan pengusaha-pengusaha nasional lainnya. Markam pulalah yang membebaskan lahan untuk Stadion Gelora Bung Karno dengan dana sendiri. Banyak lagi jasa Markam membantu negara saat itu. Ke sanalah Johanes akhirnya pergi atas rekomendasi Chaidir Tlro.
T‘Idak salah. Markam melihat bakat alami pada Johanes Tiro dan membantu Johan untuk mengembangkan bisnis tekstilnya ke kota-kota lain di Aceh dan bahkan juga ke Medan. Hanya butuh waktu 3 tahun, Johan telah mampu membuka pabrik tekstil sendiri dan melebarkan sayap pemasarannya ke seluruh kota-kota besardi Pulau Jawa. Setelah merajalela dengan tekstil merk Tlrotex selama 5 tahun, Johan mulai merambah bisnis perkebunan kelapa sawit di mana semasa kecilnya menjadi tempat mencari nafkah ayahnya yang berperan sebagal pemasok bahan baku untuk produksi kelapa sawit perkebunan swasta di Tamiang dan Langsa.
Nasib tragis menimpa Markam, yang ditangkap Rezim Orde Baru karena dianggap kroni Rezim Soekarno atau Orde Lama. Lebih tragis lagi, induk perusahaan Markam, yaitu Karkam. disita negara tanpa prosedur ganti rugi dan tanpa alasan masuk akaL Perusahaan tersebut berganti nama menjadi PT Berdlkari (kini BUMN) dengan modal seluruhnya dari kekayaan Markam T ak ada yang berani mempersoalkan termasuk Johanes yang pernah dibantu oleh Markam. Orde Baru menggunakan tangan besi terhadap orang-orang yang dianggap kroni Orde Lama. Beruntung Johanes tidak dianggap kroni Orde Lama Di penengahan 1980-an perkebunan kelapa sawit swasta mendapat suntikan dana murah dari pemerintah melalul Kredit.
Hal.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar