Jumat, 19 Juli 2019

SUTAN 
THE PRESIDENT

Bab 4
Setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Gelombang Ketiga dilaksanakan tahun 2018. peta pemilih partai-partai pemerintah mulai tergerus oleh pemilih partai~partai oposisi. Hantaman cukup mengerikan bagi partai pemerintah dan partai-partai pendukungnya, yang memunculkan kepanikan dalam lingkaran mereka. Terlebih bagi rezim pemerintahan sendiri, khususnya Istana Negara saat itu. Ditambah hasil Pemilu di negara tetangga terdekat, Malaysia, beberapa bulan berlalu, yang dimenangkan oleh partai oposisi di bawah tokoh politik gaek dari Malaysia, Mahathir Mohammad, lengkaplah bentuk monsteryang menimbulkan kepanikan .lstana itu.

Terorisme, yang sejak Orde Baru selalu menjadi jalan keluar dari kepanikan rezim, akibat ketidak mampuan pemerintah mengatasi kebuntuan politik atau ekonomi, kembali muncul dan oleh media-media pemerintah, isu ini digoreng terus melalui pernyataan-pernyataan resmi aparat yang kemudian disambut oleh media-media ”mainstream” maupun medsos yang mendukung pemerintahan. Bahkan akan dikeluarkan Perpu Anti Terorisme oleh Presiden, Perpu yang memang dibuat untuk meyakinkan masyarakat bahwa teroris itu memang nyata ada di Indonesia. Padahal sejak pertama kali teroris muncul di negeri ini, di sekitar tahun delapan puluhan pada abad yang silam, yaitu Kelompok Imran, hanya satu-satunya dari kelompok itulah ada tuntutan yang muncul, yaitu menuntut pembebasan rekan mereka yang ditahan akibat ditilang karena tak punya surat-surat resmi kendaraan bermotor.

Setelah itu, teroris melakukan teror tanpa pernah ada tuntutan yang diumumkan oleh mereka, mungkin mereka anggap pemerintah dan masyarakat sudah mengetahui
Hal.5



Tidak ada komentar:

Posting Komentar